Deprecated: Function create_function() is deprecated in /customers/e/7/2/imafebuh.com/httpd.www/wp-content/plugins/page-visit-counter/admin/class-page-visit-counter-admin.php on line 1742 Deprecated: Function create_function() is deprecated in /customers/e/7/2/imafebuh.com/httpd.www/wp-content/plugins/revslider/includes/framework/functions-wordpress.class.php on line 258 Deprecated: Function create_function() is deprecated in /customers/e/7/2/imafebuh.com/httpd.www/wp-content/themes/smart-mag/inc/skins/trendy.php on line 14 ADA ASA DIBALIK APBN - IMA FEB-UH

ADA ASA DIBALIK APBN

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

ADA ASA DIBALIK APBN

Terlalu jauh tuk digapai, terlalu dekat tuk dirasakan. Begitulah kira-kira satu kalimat dari saya untuk menggambarkan APBN itu sendiri. Kata jauh untuk menggambarkan bahwa saat ini tidak mungkin membersamai pembicaraan pembahasan APBN yang ruwet, tidak mudah butuh pikiran, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Dirundingkan bersama presiden dan tokoh-tokoh terbaik yang Negara ini miliki. Tentu untuk merumuskannya harus melihat persoalan bangsa yang menjadi titik utamanya demi pemenuhan kebutuhan akan, infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan, rumah sakit, dan lain sebagainya dalam lingkup nasional sampai pada tataran disepakatinya APBN. Namun, disatu sisi terlalu dekat untuk kita bisa merasakan bahwa terdapat hal-hal yang kita lihat dan yang kita nikmati merupakan perwujudan dari APBN itu sendiri tanpa kita sadari.

Salah satu hal yang menarik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang kemudian disingkat APBN adalah dengan hadirnya pagar (hashtag) #kawaluangkita. Hal ini menjadi menarik sebab, disamping terdapat hak pemerintah dalam pemungutan pajak misalnya yang menjadi bagian terbesar dalam pendapatan Negara yang dituang dalam APBN, juga diselingi hak kita untuk secara bersama-sama mengawasi pelaksanaan APBN itu sendiri. Slogan kawal uang kita bukan sembarang slogan pengajakan biasa sebab angka fantastis yang tertera di dalam APBN tentu merupakan bagian penting bagaimana pemerintah pusat menjalankan roda pemerintahan untuk mengatur Negara yang patut diawasi bersama.

Kemana hilirnya penggunaan uang kita? Apakah tetap akan sampai pada kita atau pada kantong-kantong para pejabat, nah lagi-lagi terkait tentang korupsi. APBN dapat dilihat sebagai sasaran empuk bagi mereka yang tidak pernah kenyang dan yang tidak pernah cukup akan hal gaji, tunjangan dan fasilitas yang telah diberikan. Kita barang tentu sudah gerah, bosan, dicekoki dengan pemberitaan yang tiada hentinya terkait dengan penyelewengan kekuasaan akan penyalahgunaan APBN itu sendiri. Percayalah, ketika APBN dikocorkan, ada tangan yang tidak pernah berhenti bergerak, ada mulut yang tidak pernah berhenti terbuka, bukan siap untuk bekerja bukan siap untuk bersuara, namun hanya memikirkan kapan saatnya tiba tuk digenggam kapan saatnya tiba tuk disantap.

Salah satu quotesSujiwo Tejo dalam bukunya Tali Jiwo “Dosa terbesar orang-orang yang kena operasi tangkap tangan oleh KPK adalah mereka membuat kita semua merasa suci”. Artinya dalam hal ini kita masih kurang mengawal pelaksanaan APBN itu sendiri. Pemerintah masih kurang dalam membuka wadah untuk penyaluran aspirasi masyarakat ketika program APBN dinilai kurang tepat sasaran serta cacat pengerjaan.

Dengan mengawal APBN, kita mencoba untuk merasa memilikinya, mencoba melihat APBN itu adalah bagian dari kita. APBN telah menggambarkan bahwa pemerintah berupaya untuk memikirkan kehidupan masyarakat, ia hadir dalam memenuhi tugasnya, menjalankan amanah UUD 1945 dalam mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebuah ke-Niscaya-an akan lahir kebahagiaan dari  wajah masyarakat kala lahirnya program-program dari APBN yang senantiasa melihat kepentingan rakyat bukan kepentingan golongan tertentu semata.

Salah satu alokasi APBN yang sudah saya rasakan ialah program beasiswa pendidikan. Beasiswa yang sudah saya peroleh terhitung sejak Sekolah Dasar sampai duduk dibangku kuliah saat ini. Dengan beasiswa itu, tentu saja mampu mengurangi beban orangtua. Namun, di satu sisi saya harus sadar bahwa ada hak orang lain mengikut di dalamnya. Menggunakannya dengan cara bijak dan senantiasa selalu mencapai prestasi merupakan bentuk sederhana bagaimana cara saya berterima kasih kepada Negara dan juga berterima kasih kepada bangsa ini.

Memang dalam pelaksanaan APBN masih jauh dari kata sempurna masih ada cacat sana sini. Masih terdapat banyak persoalan bangsa yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dan diselesaikan. Kebodohan, kemiskinan, gizi buruk, dan lain sebagainya adalah hal yang nyata masih melekat pada diri bangsa. Perlu di sepakati bersama bahwa persoalan demikian bukan hanya tugas pemerintah namun, juga tugas bersama demi terwujudnya cita-cita bangsa yang berkeadilan sosial, adil, dan makmur.

 

By Nur Susilawati.

 

Share.

About Author

Notice: compact(): Undefined variable: limits in /customers/e/7/2/imafebuh.com/httpd.www/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 853 Notice: compact(): Undefined variable: groupby in /customers/e/7/2/imafebuh.com/httpd.www/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 853

Leave A Reply