Review Buku “Sapiens”

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Review Bedah Buku Sapiens : Riwayat Singkat Umat Manusia

By. Dhea Cinthia Fara Andhela

 

Penulis : Yuval noah harari

Dalam buku ini dijelaskan bahwa ada 3 revolusi besar yang terjadi sekitar 70.000 tahun yang lalu, yaitu :

  1. Revolusi kognitif

Dalam revolusi ini dikenal yang namanya Homo Sapiens (manusia) dimana makhluk ini menerima informasi yang lengkap dibandingkan dengan homoyang lainnya. Homo Sapiens mampu untuk menghubungkan sebuah informasi dengan informasi lainnya  Hal yang membuat Homo  Sapiens mampu berkembang pesat salah satunya adalah bahasa. Bahasa membuat Homo Sapiens mampu berimajinasi. Baik itu tentang Dewa, Tuhan , Agama, HAM. Karena ada hal-hal imajinatif tersebut, mempersatukan individu-individu yang satu sehingga mereka bekerja sama. Namun, karena ada Homo Sapiens,banyak hewan-hewan lain yang hilang atau musnah. Jadi, inti dari revolusi kognitif adalah peristiwa dimana Homo Sapiens mengembangkan kemampuan mentalnya untuk melakukan apa yang selama ini belum pernah mereka lakukan.

  1. Revolusi Pertanian

Jika kita hubungkan dengan revolusi pertanian, dalam buku ini dijelaskan bahwa revolusi pertanian itu sebuah penipuan besar. Dikatakan sebagai sebuah perangkap, karena merupakan sebuah awal yang buruk karena upaya yang dilakukan untuk mendomestifikasi tanaman atau hewan, justru mereka yang di domestifikasi.. Karena Homo Sapiensnya yang sibuk mengumpulkan. Lalu menanam kembali. Misalnya, pohon-pohon mereka tebang lalu digantikan dengan tanam gandum, dan lain sebagainya. Poin yang juga dibahas dalam buku ini yaitu populasi Homo Sapiens yang membludak. Karena mereka nomaden, hidup di tempat yang tetap. Lalu beranak dan menghasilkan banyak keturunan. Pada revolusi ini hewan juga sudah mulai  dijadikan budak, misalnya sapi. Hewan langka juga banyak yang punah diakibatkan penangkapan yang ekstrim sebelum hewan-hewan tersebut bereproduksi. Awalnya, Homo Sapiens sama dengan homolainnya, namun lama kelamaan Homo Sapiensmulai mengeksploitasi karena  mereka lebih cepat dan tanggap untuk berfikir. Pada revolusi ini juga, mulailah muncul pola-pola transaksi yang kita kenal saat ini. Misalnya barter.Sapiens cenderung tidak pernah merasa puas. Jadi Sapiens ingin terus menambah kekayaan dan kekuasaan.

Ada 3 hal yang bisa menyatukan manusia yaitu :

  • Imperium = tatanan politik, keanekaragaman budaya. Imperium itu selalu menarik Negara-negara yang sama budaya, suku dan sebagainya untuk berada dibawah wilayah imperium yang bersangkutan.
  • Agama = caranya supaya agama bisa tetap menjaga tatanan sosialnya. Jadi agama harus bersifat universal. Agama harus disebarkan.  Agama juga dapat menyatukan orang-orang yang jauh. Contohnya agama islam yang bias menyatukan orang-orang di Arab Saudi dan orang-orang di Indonesia. Karena merasa bahwa mereka memiliki sebuah kesamaan.
  • Uang

Imperium dan agama takluk kepada uang. Karena imperium berhubungan dengan unsur kekayaan. Uang juga menjadikan agama tidak lagi utuh untuk diri manusia.

Karena Sapiens tidak puas dengan ketiga hal diatas, maka muncullah revolusi sains

  1. Revolusi Sains

Penelitian saat ini dipengaruhi oleh kekuasaan modal, siapa yang memiliki modal maka akan memperoleh pengetahuan lebih dulu. Mereka mampu menguasai. Dalam revolusi ini juga dibuka mengenai trik-trik kapitalis sehingga mampu menaklukkan dunia. Dari kapitalis, muncullah industri-industri yang menguasai . Lalu populasi yang semakin banyak juga meningkatkan tingkat konsumsi. Muncullah masalah baru yaitu konsumerisme. Intinya, revolusi sains adalah masa dimana Sapiens membangun teknologi  untuk mencapai sesuatu yang berada setelah mereka. Sesuatu yang disebut adimanusia. Ujung dari Sapiens adalah mencari kebahagiaan Kebahagiaan itu subjektif karena berbeda dalam diri masing-masing.

 

Share.

About Author

Leave A Reply