Pendidikan Alternatif yang Membebaskan : Summerhill School

Identitas Buku :
Judul : Summerhill School
Penulis : A.S. Neill
Penerbit : Serambi
Tahun : 2007
Tebal Halaman : 356 halaman

Ringkasan Isi Buku :

Buku ini menceritakan kehidupan sekolah yang didirikan oleh Alexander Sutherland Neill pada tahun 1921 di Jerman dan kemudian pindah ke Inggris. Sekolah ini dinamakan Summerhill. Summerhill merupakan sekolah yang menerapkan kebebasan (freedom) dan prinsip swakelola (self-government) kepada anak didiknya. Sekolah yang mengajarkan sebuah cara hidup, hidup bersama orang lain dalam sebuah masyarakat dan mengekspresikan diri dengan segenap kecintaan kita pada kasih sayang, ilmu pengetahuan, dan karya. Summerhill school akan mengajarkan kepada kita untuk mengasuh anak agar menjadi generasi yang bebas, bertanggung jawab, dan menjadi diri sendiri. Alexander Sutherland Neill mempunyai visi bahwa pada dasarnya tidak ada anak yang jahat. Yang ada adalah para orangtua bermasalah, guru-guru bermasalah, dan sekolah-sekolah bermasalah yang semuanya melahirkan anak-anak bermasalah. Sehingga di sekolah Summerhill, Neill memberikan anak-anak iklim kebebasan sekaligus tanggung untuk mengatur diri mereka sendiri, asalkan tidak mengganggu orang lain. Guru hanya bertugas untuk mengawasi anak-anak dari sesuatu yang berbahaya. Disinilah anak-anak belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan kesulitan-kesulitannya sendiri dalam kelompok sebaya


Summerhill School dikenal luas pada 1930-an di Inggris. Selain menjadi kepala sekolah di Summerhill, Neill menjadi pembicara di setiap tempat dan dia berhasil menanamkan pengaruh yang mendalam bagi banyak guru serta orangtua. Hal tersebut yang membuat Summerhill luar biasa terkenal dan mempengaruhi pembuatan peraturan-perturan baru di sekolah. Summerhill tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga seperti surga bagi anak-anak. Mereka yang belajar disini tidak akan terkekang oleh pendidikan dan tidak akan merasa kehilangan masa-masa yang indah ketika mereka anak-anak kemudian memasuki usia remaja. Di sekolah ini sangat membebaskan muridnya. Prinsip swakelola bagi para siswa dan staf, bebas untuk bermain selama berhari-hari atau berminggu-minggu atau bertahun-tahun bila perlu, bebas dari indoktrinasi agama atau moral atau politik, bebas dari pembentukan karakter.

Summerhill sangat identik dengan dua kata yaitu anak-anak. Sebagian anak yang bersekolah di Summerhill berusia lima tahun dan sebagian lagi paling tua berumur dua belas tahun. Pada umumnya mereka tinggal di sekolah ini sampai umur enam belas tahun. Anak-anak dikelompokkan menurut usia mereka dengan satu orang wali asrama untuk setiap kelompok. Anak-anak yang berusia muda tidur di sebuah gedung, sedangkan asrama untuk anak-anak yang lebih tua berupa pondok-pondok. Mereka tidak diawasi dan tidak ditunggui. Mereka dibiarkan bebas begitu saja.

Kelebihan Buku :

  1. Dari segi penulisan, buku Summerhill school mudah dipahami baik dari kalimat maupun bahasa yang digunakan.
  2. Dari segi isi, buku Summerhill school menyadarkan kita sebagai pembaca untuk berfikir ulang tentang pendekatan yang selama ini kita terapkan dalam mengasuh anak dan akan diterapkan sebagai seorang pendidik agar anak didik yang akan kita ajar tidak tertekan dan putus asa.
  3. Buku Summerhill school mengajarkan kita cara yang paling tepat untuk menghapus semua kebencian, semua peperangan yang bersumber dari ketidakbahagiaan.
  4. Buku Summerhill school ini menyadarkan kita sebagai pembaca bahwa mempelajari dan mengetahui secara pasti standar-standar pendidikan memang mutlak diperlukan, akan tetapi menerapkan standar-standar tersebut dengan cara yang berbeda, yang lebih menyentuh sisi personal dari setiap peserta didik itu yang paling penting.
  5. Kelebihan Summerhill school adalah bahwa anak-anak di sini bebas dan sehat karena kehidupan mereka tidak terkotori oleh rasa takut dan benci. Berbeda sekali dengan sekolah yang pada umumnya hanya menyuruh anak-anak untuk tertib mengikuti pelajaran. Padahal anak-anak dimasa usia sekolah adalah anak-anak yang aktif, tetapi mereka terikat oleh suatu peraturan yang mengakibatkan daya kreatifitasnya mati.
  6. Summerhill school ini mengajarkan kita tentang demokrasi yang sebenarnya meski hanya dilakukan di Sekolah.

Kekurangan Buku : 

  1. Pendekatan yang ada di buku Summerhill school ini tidak dapat diterapkan di Indonesia karena di Indonesia sudah ada ketentuan-ketentuan yang telah berlaku sejak dahulu dan sulit untuk dirubah terutama Ujian Nasional yang menjadi momok (inti) kelulusan seorang anak yang berjuang selama bertahun-tahun dalam dunia pendidikan yang terkekang.
  2. Dalam buku Summerhill school ini ada inti kalimat yang menyatakan “Anak-anak dapat memanggil guru mereka hanya dengan sebutan nama depannya saja tanpa “pak” ataupun “bu”.” Hal ini sangat bertentangan dengan budaya Indonesia yang sangat menjunjung sopan santun “orang yang lebih muda menghormati orang yang lebih tua” terutama bagi masyarakat Jawa. Jika seorang anak memanggil guru tanpa sebutan “pak” ataupun “bu” berarti anak tersebut tidak menghormati guru mereka dan bagi guru di Indonesia nilai sopan santun mereka kurang.
  3. Summerhill school merupakan tempat yang dapat menyembuhkan ketidakbahagiaan dengan cara membebaskan anak didik Summerhill school sebebas-bebasnya asalkan tidak mengganggu orang lain, sehingga meski ada anak didik Summerhill school dibawah umur yang merokok di dalam lingkungan Summerhill school, atau berkata kasar (jorok) tidak akan mendapatkan hukuman.
  4. Suara Kepala Sekolah sama dengan suara anak umur tujuh tahun dan suara mayoritas menentukan segalanya dalam rapat umum mingguan di Summerhill school meskipun bahasan atau masalah yang diadukan pada rapat mingguan di Summerhill school penting untuk mereka akan tetapi jika suara matoritas tidak memihak pada si pengusul masalah meskipun dia seorang Kepala Sekolah maka masalah itu akan selesai sesuai dengan suara mayoritas, contoh masalah merokok untuk usia dibawah umur dan suara mayoritas menyatakan tidak setuju jika rokok untuk usia dibawah umur dilarang maka masalah merokok dibawah umur selesai dengan tidak ada larangan bagi anak yang usianya dibawah umur untuk merokok padahal merokok dibawah umur berdampak pada kesehatan mereka suatu hari nanti.
  5. Kebebasan dalam Summerhill school yang paling terlihat adalah jika seorang anak yang tidak mau mengikuti pelajaran dan hanya ingin bermain-main maka anak tersebut akan terus bermain berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga anak tersebut akan tertinggal dari anak yang lain dalam hal pendidikan, meskipun dalam buku Summerhill school menyebutkan maksimal seorang anak didik di Summerhill school bermain-main tanpa peduli dengan pendidikan yaitu tiga tahun.

Tinggalkan Balasan

Close Menu