Nur Muhammad Penyebab Terciptanya Alam Semesta

Identitas Buku :
Judul : Nur Muhammad Penyebab Terciptanya Alam Semesta
Penulis :  Ir. Agus Haryo Sudarmojo
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2017
Tebal Halaman : 284 halaman

Ringkasan Isi Buku :

Sebagai manusia, kita sering merasa penasaran untuk berusaha memahami proses penciptaan seluruh isi semesta alam ini oleh-Nya. Apakah dalam prosesnya, semua makhluk diciptakan sekaligus atau bertahap dalam bentangan waktu umur alam semesta?

Apabila bertahap dalam proses penciptaannya, siapakah yang diciptakan terlebih dahulu? Manusia, jin, ataukah malaikat? Apa hubungannya dengan kitab Lauh Mahfudz dan pena bercahaya? Secara sains, manakah yang terlebih dahulu terbentuk antara energi, materi, ruang, waktu, dan informasi? Bagaimana hubungannya dengan peristiwa big bang (dentuman dahsyat)? Bagaimana situasi sebelum peristiwa tersebut terjadi? Apakah hanya kegelapan?

Buku bernuansa ilmiah populer ini akan menuntun pembaca untuk memahami siapakah makhluk yang paling awal diciptakan. Dengan demikian, pada akhirnya kita mengetahui jalan pemahaman diri tertinggi manusia sehingga kita memahami keberadaan Sang Pencipta kita.

Jauh sebelum tubuh biologis Nabi Muhammad Saw. diciptakan oleh Allah Swt., semesta telah menyambut kehadiran beliau. Cahaya atau nur Muhammad menjadi alasan penciptaan seluruh makhluk dalam semesta. Seluruh utusan Allah Swt. berikrar bersama dalam perjanjian besar untuk beriman dan membantu ketika kelak beliau hadir sebagai nabi akhir zaman.

Bagaikan puzzle otomatis, proses penciptaan semesta bergerak sesuai rencana Allah Swt. dalam kitab Lauh Mahfuzh. Lembaran-lembaran Lauh Mahfuzh menyimpan kumpulan informasi yang menjadi dasar penulisan segala takdir bagi setiap makhluk Allah Swt. Ibarat gen atau DNA, setiap makhluk hidup telah mengantongi rencana-rencana Allah yang akan terjadi dalam hidupnya.

Lalu, kapan malaikat, jin dan manusia pertama diciptakan? Bagaimana proses terbentuknya alam semesta? Apa wujud semesta sebelum ia diciptakan? Melalui buku Nur Muhammad, beragam pertanyaan dan rasa penasaran tersebut dapat dituntaskan. Penulis tak sekadar menjelaskan proses penciptaan alam semesta berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, tetapi juga menjabarkan analisis sesuai sains dan ilmu pengetahuan. Menariknya, analisis sains tersebut memiliki kesinambungan yang kuat dengan Al-Quran dan hadis. Pembaca tak perlu pusing karena penulis menggunakan bahasa ilmiah populer yang mudah untuk dipahami.

Pemahaman diri juga menjadi kunci penting untuk memahami kebesaran Allah Swt. dalam menciptakan alam semesta dan seluruh isinya. Hal tersebut sesuai dengan sebuah hadis yang mengungkapkan bahwa “Barang siapa yang memahami dirinya, dia memahami Tuhannya”. Oleh karena itu, buku Nur Muhammad memberikan panduan-panduan kepada pembaca untuk dapat mengenal diri sendiri. Panduan tersebut didasarkan pada tujuh tingkatan a’qabah (rintangan) yang disebutkan Imam Al-Gazali dalam buku Minhaj Al-Abidin. Seorang mukmin yang mampu menghadapi rintangan-ritangan tersebut niscaya mampu mencapai gerbang Ilahiah untuk memahami keberadaan Sang Pencipta.

Lebih lanjut, Nur Muhammad mengajak pembaca untuk meneladani sosok Nabi Muhammad Saw. dengan lebih mendalam. Dengan segala keistimewaan beliau, salahkah jika kita memandang Nabi Muhammad sebagai manusia biasa? Temukan jawabannya dalam Nur Muhammad.

Komentar :

  1. Buku ini memberikan panduan-panduang kepada pembaca untuk dapat mengenal diri sendiri, sehingga sebagai manusia kita dapat mengetahui hakikat dan urgensi kehidupan.
  2. Buku ini mengajak pembaca untuk meneladani sosok Nabi Muhammad Saw dengan lebih mendalam. Dengan segala keistimewaan beliau, kita dapat memandang Nabi Muhammad sebagai manusia biasa, sehingga kita dapat meneladani perilaku beliau dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Close Menu