Usaha Memperjuangkan Kota

Ilustrasi : “Reklamasi” Google

Atas nama pembangunan aku diusir dari tanahku. Atas nama pembangunan penghidupanku direnggut. Aku terasing ditengah pembangunan

Pembangunan merupakan sebuah kata yang diagung-agungkan oleh pemerintahan saat ini. Membanggakan segala pencapaian pembangunan sejumlah infrastruktur merupakan kebiasaan mereka. Sepertinya yang mereka pikirkan hanyalah menutup setiap jengkal tanah dengan beton. Jika ada pohon yang tersisa itu hanya untuk memperindah beton disekitarnya. Klaimnya, pembangunan dapat meningkatkan laju perekonomian karena infsrastruktur merupkan elemen penting dalam ekonomi. Kesejahteraan akan meningkat sejalan dengan peningkatan laju ekonomi, ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat akan teratasi jika pembangunan berjalan. Namun, yang terjadi jauh dari klaim-klaim itu. Orang-orang diusir dari tanah yang menjadi sumber penghidupan mereka. Dipisahkan dari tanah serta tempat tinggal mereka sama saja dengan memisahkan mereka dari sumber penghidupan, jati diri serta budaya mereka.  Akhirnya, mereka terasing ditengah pembangunan dan ‘mati’. Mengerikan, namun itulah wajah pembangunan yang saat ini,

Kota Makassar dan Pembangunannya 

Kota merupakan ruang utama pembangunan.Usaha untuk terus meningkatkan taraf modernitas sebuah kota terus dilakukan. Semakin banyakpembangunan infrastruktur yang menggunakan tekonologi terbaru maka label modern akan melekat pada kota tersebut. Menurut Rudolf Mrazek, sejak awal abad ke-20 wilayah Indonesia berada dalam keterhubungan dengan perkembangan kemodernan yang berlangsung di belahan dunia lainnya yang sampai taraf tertentu prakteknya mampu memperlihatkan ekspresi tersendiri.Hal ini berdampak pada pembangunan kota-kota di Indonesia yang terhubung dengan pusat-pusat modernitas. Bahkan pengalaman kemodernan itu telah dibawa sejak kolonialisme terjadi pada beberapa tempat di Indonesia. 

Pembangunan infrastuktur kota Makassar pun tidak terlepas dengan keterhubungan itu. Menjelang awal abad ke-20 Makassar merupakan salah satu kota yang mengalami kemodernan yang sama dengan beberapa kota di Indonesia walaupun hanya menjadi daerah periphery (pinggiran menurut pemerintah kolonial). Pembangunan Kota Makassar terus berlangsung dan meningkat ketika Makassar menjadi ibukota negara federal Negara Indonesia Timur (NIT).

Pembangunan infrastruktur kota Makassar saat ini dapat dilihat dalam berbagai bentuk seperti renovasi bandara internasional Sultan Hasanuddin, pembangunan Makassar New Port (MNP) hingga peremajaan lorong-lorong. Jangan lupakan pembangunan jalan tol layang sepanjang 4,3 km pada jalan AP Pettarani sejak tahun 2018 hingga saat ini (direncanakan selesai Juli 2020). Beberapa pembangunan tersebut hanyalah sebagian dari banyaknya upaya pembangunan di kota ini. Proyek-proyek ini merupakan wajah pembangunan di kota Makassar.

Pembangunan itu tidak ramah pada semua penduduk kota Makassar. Misalnya pembangunan Center Point Indonesia (CPI), yang terletak di sebelah barat anjungan pantai Losari. Dalam pembangunan CPI dilakukan reklamasi pantai dalam jumlah yang besar sehingga mengusur para nelayan. Para nelayan kehilangan daerah tangkapan ikan selama ini yang berdampak pada tingkat penghasilan mereka. Para nelayan itu kehilangan sumber penghasilan hingga budaya sebagai masyarakat pesisir. Jangan lupakan reklamasi itu juga berdampak pada rusaknya ekosistem laut. Pembangunan dan modernisasi kota Makassar menunjukkan bahwa terjadi diskrimasi pembangunan terhadap kelompok masyarakat tertentu. Kelompok yang terdiskriminasi ini adalah para pekerja. Hanya kelompok masyarakat tertentu yang dapat mengakses ruang-ruang yang tersedia di kota dan terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan kota. Kelompok itu adalah para pemilik kapital (kapitalis).

Neoriberalisasi Pembangunan Kota  

Paradigma neoliberal menjadi cara pandang yang banyak digunakan oleh pemerintah di Indonesia dalam pembangunan kotanya. Paham neoliberal akan bertumpu pada mekanisme pasar yang bebas tanpa campur tangan pemerintah. Pasar akan terus diusahakan untuk bekerja sendiri hingga menghasilkan tingkat laba yang diinginkan. Pada tataran praktis penerapan neoliberalisme akan tampak dalam bentuk privatisasi, perdagangan bebas, deregulasi, pemotongan subsidi hingga masuknya organisasi atau perusahaan internasional dengan mudah. Paradigma neoliberal juga menjadi tumpuan dalam pembangunan kota-kota di Indonesia. Hal ini terlihat jelas pada proyek yang banyak menyingkirkan masyarakat dari tanah mereka (penggusuran) atau proyek yang manfaatnya hanya dapat dinikmati oleh kelompok tertentu. Jangan lupakan pembangunan yang mengorbankan ruang publik dan menghadirkan ruang privat baru (privatisasi). 

Menurut David Harvey, sejak dulu kota muncul melalui konsentrasi sosial dan geografis dari surplus produksi. Kota akan berkembang berdasarkan mobilisasi surplus produksi.Kota menjadi ruang untuk mengakumulasi kapital secara terus menerus. Untuk mampu mengakumulasi modal secara terus-menerus tanpa adanya hambatan, kapitalisme harus mampu untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi. Kota akan sangat erat kaitannya dengan kapitalisme. Surplus produksi yang dihasilkan oleh proses kapitalisme perlu diserap oleh pasar, sehingga ketika pasar yang ada tidak lagi mampu menampung surplus yang ada maka diperlukan ruang baru. Pembangunan kota merupakan cara untuk menciptakan ruang baru yang dapat menyerap surplus produksi yang telah dihasilkan. Pembangunan kota diarahakan untuk melayani kebutuhan para kapitalis untuk mampu mengakumulasikan modal terus menerus. Pembangunan kota diarahakan untuk menciptakan ketimpangan sosial yang lebih besar. Kelas pekerja akan semakin terasingkan di tengah pembangunan yang terus dilakukan.

Untuk itu, mari kita melihat pembangunan kota Makassar. Pembangunan yang dilaksanakan hingga saat ini secara nyata bertumpu pada paham neoliberal dan hanya menguntungkan para kapitalis. Pembangunan CPI telah menyebabkan orang-orang yang menghuni pesisir pantai losari terusir dari ruang penghidupannya. Pembangunan MNP merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan mobilisasi perpindahan kapital yang terkandung dalam hasil produksi dan sektor penangkutan. Pembangunan tol layang yang telah mengambil sebagian jalan AP Peteranni sebagai barang publik untuk menghasilkan barang semi publik yang hanya dapat diakses oleh sebagian orang dan memperlancar arus mobilisasi kapital.

Hak Atas Kota

Untuk itu, hal yang dapat dilakukan untuk melawan pembangunan yang bertumpu pada neoliberalisme adalah dengan menghadirkan hakatas kota (right to the city). Menurut Henri Levebre, hak atas kota merupakan hak terhadap kota yang hadir dengan segala kerumitannya saat ini untuk kemudian mentransfomasikan dan memperbaharui kota tersebut dengan konteks ekonomi politik saat ini. Hal ini tidak hanya bermakna bahwa setiap orang dapat mengakses pendidikan, kesehatan secara mudah, tetapi hal ini bermakna bahwa setiap orang memiliki hak untuk melakukan transformasi dan pembaharuan pada kota tersebut. Masyarakat secara khusus para kelas pekerja dapat menjadi subjek aktif dalam menentukan arah pembangunan kota. Tidak lagi menjadi subjek yang hanya akan merasakan dampak negatif pembangunan yang bertumpu pada neoliberalisme. Hak atas kota dapat diraih oleh kelas pekerja jika mereka berperan secara penuh sebagai warga Negara (termasuk aspek ekonomi politik), memperjuangkan hak untuk mengakses ruang-ruang yang ada di kota. 

Menurut Mathivet terdapat beberapa komponen terkait hak atas kota, yaitu:

  1. Hak terhadap habitat yang memfasilitasi sebuah jaringan kerja hubungan social
  2. Hak terhadap kohesi sosial dan pembangunan kolektif dari kota
  3. Hak untuk hidup secara bermartabat
  4. Hak untuk bisa hidup berdampingan
  5. Hak untuk mempengaruhi dan mendapatkan akses terhadap pemerintah kota
  6. Hak untuk diperlakukan secara bersama-sama

Akhirnya hak atas kota harus terus kita perjuangkan sebagai usaha untuk melawan pembangunan yang tidak berpihak pada masyarakat kecil. Untuk melawan penindasan dalam rupa modernitas permbangunan kota. Untuk melawan usaha-usaha yang menjauhkan setiap orang dari jati dirinya. Untuk melawan segala bentuk keterasingan.

Tinggalkan Balasan

Close Menu